Rabu, 18 Juli 2012

Manajemen Kesiswaan


MAKALAH
MANAJEMEN KESISWAAN
OSIS dan KEGIATAN SISWA
Dosen Pembimbing  : Ust. Faishal Haq, M. Pd.I  





Oleh :

Iping Hanafi
Mat Raji
Muh. Maulani
Muh. Yasin

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM LUQMAN AL HAKIM
PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH
SURABAYA
2011

Kata Pengantar

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah tuhan semesta alam, yang selalu memberikan kita rahmat dan taufik-Nya, sehingga kita masih dapat selalu dan senantiasa beribadah kepada-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu tetap tercurahkan dari bibir mulia kita untuk Nabi Muhammad SAW. Yang telah mengajarkan kepada kita berbagai macam hal.  Sehingga kita dapat menghadapi semua problem di dunia ini dengan sebaiknya.
            Dalam kata pengatar ini, kami selaku tim penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen pembimbing kami-Ust. Faishal Haq, M. Pd.I-yang telah banyak sekali mentransfer ilmu yang beliau miliki dengan sabar dan penuh semangat. Dan juga kepada teman-teman yang selalu memberikan arahan-arahan yang membuat kami selalu mengoreksi diri untuk menjadi lebih baik lagi. Hingga terselesaikannya makalah ini.
            Dan permohonan maaf kami kepada pembaca sekalian, jika dalam penulisan dan juga dalam tahap penulisan ini ada terdapat kesalahan dan juga kekurangan. Karena tidak ada karya didunia ini yang tidak sempurna kecuali karyanya Allah saja. Terakhir, kami selalu membuka untuk  pembaca kritikan yang membangun bagi kami. Dan hanya kepada Allahlah kami meminta pentunjuk.

     Surabaya, 16 Mei 2011

 Tim Penyusun


Daftar Isi

Kata Pengantar ..................................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................................... ii
Bab I ..................................................................................................................................... 1
             Pendahuluan ............................................................................................................ 1
Bab II .................................................................................................................................... 2
             Organisasi Siswa Intra sekolah ................................................................................  2
Bab III .................................................................................................................................. 8
              Kegiatan Kurikuler Dan Ekstra Kurikuler .............................................................. 8
Kesimpulan ........................................................................................................................... 10
Daftar Pustaka ...................................................................................................................... 11



BAB I
PENDAHULUAN
           
Sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan dan mendidik generasi yang akan melanjutkan estaveta perjuangan negara, sudah dituntut untuk selalu berperan aktif dalam mengembangankan keceradasan dan bakat siswa yang bersekolah di lembaga tersebut. Melihat realita sosial yang ada, pembinaan dan pengmbangan yang dilakukan oleh sekolah terhadap para siswa belum terlalu maksimal, dikarenakan masih saja banyak para siswa yang tidak memperhatikan moral, banyak membuat masalah, bukan hanya di lingkungan sekolah akan tetapi juga di lingkuangan umum. Dalam menyikapi hal ini, sekolah tidak tinggal diam. Mereka (pada setiap sekolah) telah membentuk sebuah organisasi siswa yang dapat membantu jalannya pembelajaran dan pembinaan yang diadakan oleh pihak sekolah. Yang dinamakan OSIS (Organsasi Siswa Intra Sekolah).
Melihat pentingnya tugas OSIS ini bagi sekolah, maka diharapkan sekali bagi para pengurus yang telah dipilih untuk menjalankan organisasi internal sekolah tersebut dengan penuh dedikasi dan loyalitas penuh. Sehingga apa yang telah divisi dan misikan oleh sekolah dapat terlaksana dengang keberadaan OSIS ini. Tugas OSIS bukan hanya sebagai pembantu program sekolah akan tetapi juga sebgai wadah pembelajaran bagi siswa dalam masalah kepemimpinan dan berorganisasi. Mereka akan mendapat dan menemukan berbagai macam masalah yang harus diselesaikan. Hal ini menjadi pengalaman yang bisa menguatkan jati diri mereka ketika nantinya akan benar-benar memasuki dunia organisasi dimanapun mereka berada. Pentingnya modal awal ini sebenarnya haruslah di berikan pengertian secara berkala oleh pihak sekolah yang telah melalui masa-masa ini. Sehingga para siswa tidak merasa terbebani dan kebingungan ketika amanah kepemimpinan tersebut disematkan kepadanya.
Dengan adanya kegiatan ekstrakuriler juga sangat membantu para siswa dalam mengembangkan bakat dan keahlian mereka. Sekolah sebagai mediator yang ada haruslah mendukung penuh kegiatan ini. Sehingga para siswa tidak berbuat tindakan yang pada akhirnya dapat merusak nama baik sekolah itu sendiri.
Oleh karena itu, dalam pembahasan bab kali ini, kami memberikan terlebih dahulu apa pengertian dari OSIS ini, Lingkup dan Kepengurusan OSIS, dan Kegiatan Kurikuler dan Ekstra Kurikuler. Sehingga pembahasannya lebih sistematis.

BAB  II
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)

            Organisasi kesiswaan merupakan wadah atau arena tempat kehidupan siswa di sisi lain, yaitu kehidupan siswa sebagai calon-calon anggota masyarakat, calon-calon warga negara. Oleh karena itu perlu kita ketahui beberapa hal tentang organisasi kesiswaan, antara lain :
A.    Latar belakang terbentuknya OSIS
Kehidupan gerakan-gerakan organisasi kesiswaan dapat dibedakan dalam dua periode. Pertama, kehidupan organisasi kesiswaan sebelum tahun 1966 (Lahirnya Orde Baru), dan kedua,  kehidupan organisasi setelah tahun 1966.
Kehidupan organisasi kesiswaan sebelum tahun 1966, dapat dikatakan sebagai cerminan kehidupan politik. Pada masa itu tumbuh banyak sekali gerakan-gerakan atau organisasi-organisasi politik di negara kita. Sebagaimana kita ketahui, setiap gerakan atau organisasi politik itu senantiasa berusaha menanamkan pengaruhnya dalam masyarakat, mencari pendukung-pendukung dalam masyarakat, bahkan merembes dalam kalangan mahasiswa dan pelajar. Dalam kalangan mahasiswa dan pelajar, organisasi-organisasi politik tersebut membentuk organisasi-organisasi yang merupakan afiliasi atau onderbouw masing-masing.
Dengan keadaan yang demikian, dapat dibayangkan bagaimana kehidupan pelajar di sekolah. Sekolah terkotak dalam beragai golongan dan aliran, yang mana golongan yang satu selalu mencuriagai golongan yang lain. Dan tidak jarang terjadinya konflik-konflik antara kelompok siswa tersebut. Keadaan tersebut memuncak sampai pecahnya gerakan G.30S/PKI tahun 1965. Dengan munculnya Orde Baru, maka masyarakat yang mendukung gerakan tersebut menggabungkan diri dalam kesatuan aksi. Muncullah Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI) di kalangan cendekiawan, Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) di kalangan mahasiswa, dan Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia (KAPPI) di kalangan pemuda dan pelajar, yang kesemuanya merupakan pendukung-pendukung Orde Baru. Orde Baru bertekad bulat untuk mengikis penyelewengan-penyelewengan Orde Lama, dan melaksanakan Pancasila serta melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekwen.
Sejalan dengan keadaan tersebut, maka di sekolah mulai diadakan pembenahan kehidupan di kalangan siswa. Mula-mula dibentuklah Kompi Pelajar Serba Guna, yang disigkat dengan Kijarsena. Disamping kegiatan-kegiatannya, Kijarsena berusaha merintis adanya persatuan seluruh pelajar dalam suatu sekolah. Setelah kondisi memungkinkan, maka ditetapkanlah bahwa hanya ada satu jenis organisasi siswa yang ada di sekolah, yaitu yang disebut; Organisasi Siswa Intra Sekolah, yang disingkat dengan OSIS. OSIS adalah satu-satunya organisasi siswa, satu-satunya wadah untuk menampung aspirasi-aspirasi siswa dan wadah untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan siswa di luar kurikulum.
B. Lingkup dan Kepengurusan OSIS
1.      Nilai dan Fungsi OSIS
OSIS adalah suatu organisasi. Oleh karena itu, nilai dari OSIS ialah nilai berorganisasi. Pengalaman-pengalaman berorganisasi ini di antaranya ialah :
a.       Pengalaman memimpin.
Ini khususnya bagi anggota pengurus, yang duduk sebagai ketua organisasi maupun ketua-ketua seksi.
b.      Pengalaman bekerja sama.
Seluruh pengurus dan juga anggota, untuk melaksanakan program-programnya harus saling bekerja sama.
c.       Hidup demokratis.
Dalam organisasi tidak boleh seseorang memaksakan kehendaknya begitu saja kepada orang lain, anggota organnisasi tersebut. Semua anggota mempunyai hak dan kedudukan yang sama
d.      Berjiwa toleransi.
Anggota dari suatu organisasi bisa mempunyai pendapat dan pandangan yang berbeda-beda. Setiap anggota harus rela menerima keberadaan tersebut dan berusaha memadukannya menjadi sesuatu yang berguna.
e.       Pengalaman mengendalikan organisasi
Pengalaman ini meliputi pengalaman bagaimana merencanakan program-program kegiatan, bagaimana mengorganisasi kegiatan-kegiatan, bagaimana memilih orang-orang  untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan, bagaimana menggerakkan dan mengarahkan orang-orang, bagaimana menilai dan mengukur keberhasilan dari suatu kegiatan.

2.      Struktur Kepengurusan Organisasi OSIS
Kepengurusan OSIS terdiri atas dua badan. Pertama, Pengurus OSIS, dan kedua Musyawarah Perwakilan Kelas. Pengurus OSIS meliputi Ketua Umum, dibantu oleh ketua I, ketua II, Ketua III, Sekretaris, Bendahara, Seksi-seksi, (Kesenian, Olahraga, Rekreasi, dll). Seksi bisa dipecah lagi ke dalam kelompok Kegiatan (KK), misalnya; seksi kesenian dipecah ke dalam KK-tari, KK- drama, KK- karawitan, dan sebagainya. Musyawarah Perwakilan Kelas  terdir atas wakil-wakil dari seluruh kelas yanga ada di sekolah. Dari wakil-wakil kelas I, sampai dengan wakil-wakil dari kelas III. Musyawarah Perwakilan kelas (MPK) bertindak sebagai DPRnya OSIS.
Dalam gerak langkahnya OSIS mendapat pembinaan dan pembimbingan dari Majelis Pembimbing OSIS (MBO). MBO terdir atas atas Guru-guru Pembina Seksi dan ddiketahui lansung oleh kepala sekolah. Dengan tetap dalam pembinaan, pengawasan, dan tanggung jawab Kepala Sekolah.
Untuk lebih jelasnya, struktur OSIS dapat dilihat pada bagan struktur di bawah ini;


 

                                               



 









            Keterangan :
            M. B. O : Majelis Pembimbing OSIS
            M. P. K : Musyawarah Perwakilan Kelas
            Kasi       : Ketua seksi
            Ka KK              : Ketua Kelompok Siswa.

3.      Tugas Kewajiban dan Bidang Kegiatan Osis
Secara singkat dapat dikatakan bahwa tugas kewajiban OSIS ialah membantu mengusahakan kelancaran pelaksanaan program pengajaran dan pembinaan generasi muda di sekolah. Usaha ini hampir keseluruhannya dilaksanakan lewat kegiatan-kegitan ekstra kurikuler dan ekstra kelas. Adapun dari segi pembinaan generasi muda ini meliputi antara lain;
1). Mempertinggi moral dan etik.
Misalnya dengan cara menyelenggarakan upacara-upacara keagamaan, ceramah-ceramah keagamaan, ceramah-ceramah filsafat pancasila beserta pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari, ceramah tantang bahaya narkotika dll.
2). Memperdalam kesadaran rasa kebangsaan
Misalnya dengan mengintensifkan peringatan-peringatan hari pahlawan dan nasional, ziarah  ke makam pahlawan, melengkapi kelas dengan lambang negara, bender merah putih, teks pancasila, karyawisata ke tempat yang bersejarah.
3). Memperdalam rasa cinta tanah air dan lingkungan
Misalnya denga bertamasya ke tempa-tempat yang indah. Berkemah menikmaati keindahan, kesegaran dan kebebasan. Mendaki gunung. Usaha-usaha ikut memlihara kelestarian kenidahan alam sekitar.

4). Memajukan kesenian.
Misalnya dengan mengadakan latihan-latihan, pembinaan-pembinaan, serta lomba dalam berbagi cabang kesenian; seni tari, seni suara, seni musik, seni drama, dan sebagainya.
5). Memajukan oleh raga.
Juga dengan mengadakan latiah-latihan, pembinaan-pembinaan, serta lomba-lomba dalam berbagai bidang olah raga; cabang senam, atletik, permainan maupun pembelaan diri.
6). Mengobarkan semngat belajar dan bekerja keras.
Misalnya dengan membentuk kelompokk belajar, kelompok –kolompok diskusi, kelompok-kelompok tugas kerja, seperti kelommpok kerja pelasanaan 5-K di sekolah (Keamanan, Ketertiban, Keberhasilan, Keindahan, Kekeluargaan/Kedamaian)
7) . Menggiatkan pengabdian kepada masyarakat.
Misalnya dengan cara ikut serta dalam perbaikan-perbaikan saluran air atau selokan-selokan di desanya. Ikut serta dalam usaha kebersihan dan pemberantasan penyakit menular.
8). Menggiatkan usaha-usaha sosial.
Misalnya dengan ikut serta dalam usaha pengumpulan zakat fitrah, pengumpulan dana korban bencana alam, usaha pencarian donor darah untuk palang merah indonesia.
Dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan atau usaha-usah yang dilakukan atau dilaksanakan.
Adapun bidang-bidang kegiatan OSIS bisa bermacam-macam. Diantaranya ialah:
1.      Kegiatan bidang ilmiah, seperti ceramah-ceramah, diskusi-diskusi dll.
2.      Kagiatan bidang olah raga; seperti senam, permainan, bela diri, dll.
3.      Kegiatan bidang kesenian; seperti tari, drama, seni rupa, seni suara, dll.
4.      Kegiatan bidang kesehatan; seperti masalah gizi, kesehatan lingkungan.
5.      Kegiatan bidang pecinta alam; seperti mendaki gunung, tamasya, kemah, dll.
6.      Kegiatan bidang sosial; seperti pengumpulan dana korban bencana alam, pengumpulan donor darah, dll.
7.      Kegiatan bidang keagamaa; seperti pengmupulan dana zakat fitrah, santunan ana yatim, dll.
8.      Kegiatan bidang kopersi (sekolah); seperti usaha melengkapi kebutuhan siswa, melengkapi perpustakaan sekolah, dan masih banyak lagi.
Demikianlah sekilas gambaran tentang OSIS, satu-satunya organisasi siswa, satu-satunya wadah tempat pembinaan siswa, sebagai calon-calon generasi muda, pemegang dan penentu masa depan.


BAB  III
KEGIATAN KURIKULER DAN EKSTRA KURIKULER

Pembinaan dan pengembangan peserta didik dilakukan sehingga anak mendapatkan berbagai macam pengalaman belajar untuk bekal kehidupannya di masa yang akan datang. Untuk mendapatkan pengetahuan atau pengalaman belajar ini, peserta didik haruslah melaksanakan berbagai macam kegiatan.[1] Karena semakin banyaknya peserta didik mengikuti kegiatan, maka bertambahlah terus pengalaman mereka. Dia akan mendapatkan berbagai macam persolan yang berbeda-beda di tempat kegiatan yang dia ikuti tersebut. Dari perbedaan masalah tersebut maka dia bisa meneliti bagaimana cara penyelesaian masing-masing dari masalah tersebut. Lembaga pendidikan (sekolah) dalam pembinaan dan pengembangan peserta didik biasanya melakukan kegiatan yang disebut dengan kegiatan kurikuler dan kegiatan ekstra kurikuler.
Kegiatan kurikuler adalah semua kegiatan yang telah ditentukan dalam kurikulum yang pelaksanaannya dilakukan pada jam-jam pelajaran. Kegiatan kurikuler dalam bentuk proses belajar mengajar di kelas dengan nama mata pelajaran atau bidang studi yang ada di sekolah. Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan kurikuler ini. Sedangkan kegiatan ekstra kuriler merupakan kegiatan peserta didik yang dilaksanakan di luar ketentuan yang ada di dalam kurikulum. Kegiatan ekstra kurikuler ini biasanya terbentuk berdasarkan bakat dan minat yang dimiliki oleh peserta didik. Setiap peserta didik tidak harus mengikuti semua kegiatan ekstara kurikuler. Ia bisa memilih kegiatan mana yang dapat maengembangkan kemampuan dirinya. Bisa dikatakan bahwa kegiatan ekstra kurikuler ini adalah wadah kegiatan peseerta didik diluar pelajaran atau di luar kegiatan kurikuler. Contoh kegiatan ekstra kurikuler ini antara lain; OSIS (Organisasi Siwa Intra Sekolah), ROHIS (Rohani Islam), kelompok karate, kelompok silat, kelompok basket, Pramuka, teater, dll.[2]
Dari dua nama kegiatan diatas kita dapat mengetahui ada perbedaan yang jelas antar kegiatan ekstra kurikuler dan kurikuler. Jika kegiatan kurikuler tanggung jawab dipegang penuh oleh pihak sekolah karena ia juga masuk kedalam kurikulum yang telah ditentukan oleh sekolah dan hukumnya wajib untuk diikuti oleh seluruh peserta didik sedangkan kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan yang sepenuhnya kegitan tersebut dibawh tanggung jawab pengurus kegiatan tersebut, pihak sekolah hanya membina membimbing mereka dan mengarahkan mereka jika ada kekeliruan dalam perjalanannya akan tapi terleebih dahulu diberikan kesempatan atas para pengurus untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, jika belum mampu, maka pihak sekolah atau pihak pembina yang langsung turun tangan. Dan juga kegiatan ini tidak diwajibkan atas seluruh siswa. Karena kegiatan ini tumbuh dan berlangsung dikarenakan bakat dan minat para siswa. Bukan karena paksaan.
Dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan inilah peserta didik diproses untuk menjadi manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan. Bakat, minat dan kemampuan peserta didik haruslah ditumbuhkembangkan secara optimal melalui kegiatan kurikuler dan ekstara kurikuler. Dalam manajemen peserta didik, tidak boleh ada anggapan bahwa kegitan kurikuler lebih penting dari pada kegiatan ekstra kurikuler atau sebaliknya. Kedua kegiatan ini harus dilaksanakan karena saling menunjang dalam proses pembinaan dan pengembangan kemampuan peserta didik.


KESIMPULAN

            OSIS merupakan organisasi murid yang resmi diakui dan diselenggarakan di sekolah dengan tujuan untuk melatih kepemimpinan murid serta memberikan wahana bagi murid untuk melakukan kegiatan-kegiatan ko-kurikuler yang sesuai dengan tujuan bersama. Disinilah murid-murid yang ingin mengembangkan bakat dan minat mereka, menyalurkan semua potensi yang mereka miliki. Karena akan mereka dapatkan berbagai macam pengalaman di dalamnya.
            Berdirinya OSIS bukan tidak ada tujuan dan tugasnya, melainkan ada. Tujuan dan tugas dari OSIS ialah membantu mengusahakan kelancaran pelaksanaan program pengajaran dan pembinaan generasi muda di sekolah. Jadi, dengan adanya organisasi ini, maka dapat terbantulah pihak sekolah dalam menjalankan tujuan dan kewajiban sekolah.
Adapun dari segi pembinaan generasi muda ini meliputi antara lain;
a.       Mempertinggi moral dan etik.
b.      Memperdalam kesadaran rasa kebangsaan.
c.       Memperdalam rasa cinta tanah air dan lingkungan.
d.      Memajukan kesenian.
e.       Memajukan olah raga.
f.       Mengobarkan semangat belajar dan bekerja keras.
g.      Menggiatkan pengabdian kepada masyarakat.
h.      Menggiatkan usaha-usaha sosial.
Adapun berkenaan dengan kegiatan kurikuler adalah kegiatan ini adalah hal yang wajib bagi siswa untuk mengikutinya. Karena kegiatan kurikuler ini sudah masuk dalam rumusan kurikulum sekolah.
Sedangkan berbeda halnya dengan kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan kegiatan ekstra kurikuler ini untuk membantu memperlancar perkembangan inidividu murid sebagai manusia seutuhnya. Yang menyalurkan semua minat dan bakatnya dengan penuh kesungguhan dan tidak ada tendensi dari pihak luar, murni atas kemauan diri sendiri untuk kebaikan diri sendiri dimasa akan datang. Kegiatan ini berbeda jauh dengan kegiatan kurikuler.


DAFTAR PUSTAKA

Tim Dosen Jurusan administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang, Administrasi Pendidikan, (Malang, Penerbit IKIP Malang, 1989).
 Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan, (Bandung, Alfabeta, 2009)


[1] Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan, (Bandung, Alfabeta, 2009)
[2] Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan, (Bandung, Alfabeta, 2009)

0 komentar:

Poskan Komentar